"Boleh protes dengan cara anehku, tapi hati hati dengan informasi yang salah tentang diriku, karena itu adalah masalahku dari dulu"
hmmm baru ingat juga mau menulis apa.
tahu nggak? (yakin 100% aku nggak ada yang tahu) kalau blog ini dibuat untuk nulis tentang semua apa yang di otak si badut, mungkin karena badut ini orang yang tertutup dan nggak mau di ketahui sama orang orang, nah ini jadi medianya dia deh buat nyalurin semua apa yang di otaknya, entah besok besok dia si badut itu bakal nyuruh aku nulis apalagi di blog ini, mungkin bisa jadi si badut bangunin aku di larut malam dan maksa aku sambil memohon mohon dan nyengir innocent supaya aku mau nulis dan ngetikin apa yang ada di otaknya.
tapi aku senang juga sih punya teman si badut, entah apa dia percaya sama aku, sampai dia mempercayakan aku untuk menulis apa yang di otaknya (tentunya aku tahu siapa identitas asli si badut) nah itu yang bikin aku seneng, dia percaya aku (nggak akan ku sebut jenis kelamin si badut, tetap rahasia). dan ini juga yang membuat aku kaget, eh ternyata di dalam otak si badut ini kritis juga ya, dan klo aku lihat selama ini dia orangnya memilah milah juga kalau dalam hal informasi (tenang badut identitasmu aman ku jamin, percaya ma aku)
hmmm kalo di lihat lihat si badut dan mulai bergumul dengan guling, bantal dan selimutnya, dan sepertinya juga pergerakan udah tenang, sepertinya dah tidur ntuh badan si badut (tapi nggak tahu pikirannya) hmmm udahlah ku juga harus tidur. nggak kerasa sudah sampai larut dan lupa istirahat.
Senin, 24 Juni 2013
Keluhan Badut Yang Benci "Teori Pembenaran"
"Boleh protes dengan cara anehku, tapi hati hati dengan informasi yang salah tentangku, karena itu adalah masalahku dari dulu'
selamat malam semua.
kali ini badut sedikit banyak ingin menyampaikan keluhan keluhannya (lagi2 deh di suruh ngetik) barusan tadi si badut iseng iseng dia browsing browsing dan membaca artikel artikel yang entah baik buruknya bisa di filter atau tidak oleh pembacanya. hmmm klo urusan pembaca sih masih bisa di percaya pasti ada yang bisa filter.
tapi badut di artikel artikel tersebut menemukan sedikit hal2 lucu juga dari sedikit banyak comment2 yang ada dari artikel tersebut, ya si badut sih cuma bisa tertawa kecil dan nyengir dengan berharap gigi bisa kering kena angin dari kipas angin. ya kalo dibaca ternyata, masih banyak juga yach orang2 bodoh dan bahkan sampai menjadi rasis karena salah memahami tulisan sebuah artikel, atau mungkin karena kurang fahamnya pikiran2 mereka (gak semua yak ingat gak semua jangan pada protes). atau si penulis artikel yang nulisnya asal2an alias nulis semaunya dengan harapan "wah gw jago berteori nih dengan analisa2 ya gw buat dan dari sumber yang terpercaya (pdhl sumbernya dari wikipedia yang bisa di edit ma orang2)"
nah akhirnya jadi apa, jadi "teori pembenaran" dah yang klo kata si badut dia benci banget dengan teori2 seperti itu, sesuatu yang salah, tetapi menjadi benar karena pemahaman yang kurang, dan parahnya justru di publikasi yang akhirnya jadi pembodohan public deh bagi BEBERAPA yang kurang faham dan kurang luas pemahaman dan filterisasi otaknya.
dan hal yang paling lucu, adalah memaparkan hal hal yang berhubungan dengan "Tuhan" dan "Keyakinan" dengan science, its okay selama itu seimbang its okay dan hanya sebagai prediksi atau analisa yang bukan bersifat MEMASTIKAN. tapi koq setelah di lihat lihat "loh koq ini jadi memastikan gini" seperti hal simplenya adalah tetang hari kiamat. nah pernah nih badut membaca sebuah artikel yang menuliskan rumus tentang perhitungan hari kiamat, dan kemudian di hubung2kan dengan ayat2 di dalam kitab suci (pokoknya kitab suci, nggak usah tanya kitab apa ke gw TITIK!!!) nah dari perhitungan tersebut dalam artikel tersebut, dengan menggunakan rumus yang notabene entah dapet darimana,muncul lah angka, yang dalam artikel tersebut di katakan "nah kiamat terjadi pada tahun bla bla bla" dalam otak si badut, "wah ada fortune teller nih, bisa meramalkan kpn kiamat datang" dan si badut nyengir lagi deh.
its okay, mungkin itu adalah otak otak kritis yang selalu penasaran dan selalu mencari kebenaran yang benar benar BENAR, dihargai saja jerih payahnya.
bentar mo tanya si badut tentang unek2nya apalagi yang mo di tulis di sini? (noleh ke si badut)
2 menit kemudian
mmm rupanya unek unek si badut baru segitu, tapi katanya sih banyak unek2nya dia tentang kebencian dengan yang namanya "teori pembenaran" baik dalam media maupun dalam perkataan sehari yang benar2 real kita dengar.
dalam hal media, lisan dan real life :
DENGARKAN SAJA, BACA SAJA, TAPI JANGAN BURU2 DI TANAM DI OTAK N HATI NURANI, KALO BELUM BISA MEMAHAMI JANGAN MEMAKSA SEMUA ADA WAKTUNYA UNTUK DAPAT JAWABNYA.
Rabu, 19 Juni 2013
Fenomena Pencitraan di dalam TL Twitter (Coward Education)
"Boleh protes dengan cara anehku, tapi hati hati dengan informasi yang salah tentangku, karena itu adalah masalahku dari dulu"
oke.... badut barusan dapet inspirasi ngetik di blog, tentang fenomena TimeLine Alias, A.K.A TL di twitter, itu ntuh jaringan sosial yang ampe sekarang masih hot2nya ampe bisa ngenikung si pessbuuk, ya ini sih cuma pandangan si badut ya, terserah lo lo para tweeps suka apa nggak dengan pendapat si badut, coba deh perhatikan TL TL dari dulu ampe sekarang, semakin hari isinya semakin tak jelas, bukan informasi yang keluar sekarang2 ini kebanyakannya, isinya kebanykan pencitraan dan fenomena EXPOSE, pada berobsesi jadi SELEBRITIS kali ya? sampai apa2 dikit EXPOSE, ampe nyindir aja lewat TL, napa sih nggak ngomong lngsung ke orangnya? atau karena saking PENGECUTnya ampe beraninya cuma lewat TL, mungkin aja juga yang di maksud ngemention EXPOSE an tersebut, tapi si pengEXPOSE kebanyakan sih cuma comment singkat, dengan jawaban "PENCITRAAN" deh tentunya.
banyak hal juga kejadian yang bikin si badut tertawa terbahak terbahak (sisi lain si badut yang tak terexpose dalam komunitasnya) pernah si badut melihat kejadian, dua teman stop pertemanan gara2 salah satu dari mereka unfollow twitsnya. lucu kan, itu cuma dunia tulisan... kata badut ngapain di anggap serius sih.
nah ini menurut badut juga sih, semakin kecanduan di TL bisa bisa menjadikan tweeps pengecut loh, kenapa badut bilang begitu, nah apa apa tweeps klo ada masalah ada temennya, nulis di tweeps dan berupa sindiran pula, beruntung klo misal temennya gak sensi orangnya, klo sensi bisa berabe, disindir dan di expose pula, PIYE JAL PERASAANMU? si badut sih yakin, hal itu kemungkinan besar memang bisa terjadi.
nah kenapa alasan para tweeps nulisnya di TL klo ada mslh ma temen? jawaban clasicnya kbnykn gini "nggak enak lah klo ku ngomong lngsung ma dia"
"nggak berani jeee"
nah dari jawaban kayak gitu aja udah nunjukin ke PENGECUTAN, malah akhirnya bakal lebih runyam masalahnya klo tweeps ketika ada masalah dengan kawan teman atau partner kerja lalu menulisnya di TL (dan pasti 99% berupa sindiran) itu terEXPOSE loh, semua orang baca, dan itu sama aja memancing orang buat cari2 "siapa sih orang yang di maksud" nah sama aja juga jelek2in temen sendiri tanpa nyelesein secara baik dan gentle, dan yakin dah bukan nyelesein mslh malah ngegedein masalah, dan kenapa bahasa sindiran lebih bnyk di pilih ketimbang bahasa frontal, ya karena itu, karena sikap pengecut yang tak pernah berani berbicara secara lantang.
nah dan lebih parahnya, setelah menulis TL sindiran, entah sadar atau tidak sadar mulai proyek ketikan2 pencitraan, misal seperti ini "oke aku yang salah aku minta maaf" <=== WTF TL apa ini? pingin di liat sebagai orang yang baik dan selalu mengalah ya? kalo nggak TL seperti seolah olah gak ada apa2 misalnya "hayo move move move bergerak semangat makan bakso di tengah jalan" <=== TL nggak penting kan? setelah menulis TL sindiran terhadap teman seperti ini "Aku taw, tapi pura pura ga taw aja, oke aku cukup taw aja tentang dirinya" <=== betapa pengecutnya berani ngomong lewat TL tapi nggak berani ngomong didepan orangnya lgsung.
oke itu cuma sekedar analisa dan pemikiran dari si badut, entah ini tadi si badut ke mana, kayaknya lagi makan dia ke sebelah, ya begitulah badut, seperti di awal di ceritakan si badut suka hilang dan datang se enaknya hehehe.
oke.... badut barusan dapet inspirasi ngetik di blog, tentang fenomena TimeLine Alias, A.K.A TL di twitter, itu ntuh jaringan sosial yang ampe sekarang masih hot2nya ampe bisa ngenikung si pessbuuk, ya ini sih cuma pandangan si badut ya, terserah lo lo para tweeps suka apa nggak dengan pendapat si badut, coba deh perhatikan TL TL dari dulu ampe sekarang, semakin hari isinya semakin tak jelas, bukan informasi yang keluar sekarang2 ini kebanyakannya, isinya kebanykan pencitraan dan fenomena EXPOSE, pada berobsesi jadi SELEBRITIS kali ya? sampai apa2 dikit EXPOSE, ampe nyindir aja lewat TL, napa sih nggak ngomong lngsung ke orangnya? atau karena saking PENGECUTnya ampe beraninya cuma lewat TL, mungkin aja juga yang di maksud ngemention EXPOSE an tersebut, tapi si pengEXPOSE kebanyakan sih cuma comment singkat, dengan jawaban "PENCITRAAN" deh tentunya.
banyak hal juga kejadian yang bikin si badut tertawa terbahak terbahak (sisi lain si badut yang tak terexpose dalam komunitasnya) pernah si badut melihat kejadian, dua teman stop pertemanan gara2 salah satu dari mereka unfollow twitsnya. lucu kan, itu cuma dunia tulisan... kata badut ngapain di anggap serius sih.
nah ini menurut badut juga sih, semakin kecanduan di TL bisa bisa menjadikan tweeps pengecut loh, kenapa badut bilang begitu, nah apa apa tweeps klo ada masalah ada temennya, nulis di tweeps dan berupa sindiran pula, beruntung klo misal temennya gak sensi orangnya, klo sensi bisa berabe, disindir dan di expose pula, PIYE JAL PERASAANMU? si badut sih yakin, hal itu kemungkinan besar memang bisa terjadi.
nah kenapa alasan para tweeps nulisnya di TL klo ada mslh ma temen? jawaban clasicnya kbnykn gini "nggak enak lah klo ku ngomong lngsung ma dia"
"nggak berani jeee"
nah dari jawaban kayak gitu aja udah nunjukin ke PENGECUTAN, malah akhirnya bakal lebih runyam masalahnya klo tweeps ketika ada masalah dengan kawan teman atau partner kerja lalu menulisnya di TL (dan pasti 99% berupa sindiran) itu terEXPOSE loh, semua orang baca, dan itu sama aja memancing orang buat cari2 "siapa sih orang yang di maksud" nah sama aja juga jelek2in temen sendiri tanpa nyelesein secara baik dan gentle, dan yakin dah bukan nyelesein mslh malah ngegedein masalah, dan kenapa bahasa sindiran lebih bnyk di pilih ketimbang bahasa frontal, ya karena itu, karena sikap pengecut yang tak pernah berani berbicara secara lantang.
nah dan lebih parahnya, setelah menulis TL sindiran, entah sadar atau tidak sadar mulai proyek ketikan2 pencitraan, misal seperti ini "oke aku yang salah aku minta maaf" <=== WTF TL apa ini? pingin di liat sebagai orang yang baik dan selalu mengalah ya? kalo nggak TL seperti seolah olah gak ada apa2 misalnya "hayo move move move bergerak semangat makan bakso di tengah jalan" <=== TL nggak penting kan? setelah menulis TL sindiran terhadap teman seperti ini "Aku taw, tapi pura pura ga taw aja, oke aku cukup taw aja tentang dirinya" <=== betapa pengecutnya berani ngomong lewat TL tapi nggak berani ngomong didepan orangnya lgsung.
oke itu cuma sekedar analisa dan pemikiran dari si badut, entah ini tadi si badut ke mana, kayaknya lagi makan dia ke sebelah, ya begitulah badut, seperti di awal di ceritakan si badut suka hilang dan datang se enaknya hehehe.
Selasa, 18 Juni 2013
tentang forum penghakiman (oleh 1-2 orang) dan pembullyan semalam
"boleh protes dengan cara anehku, tapi hati2 dengan info yang salah tentangku, karena dari dulu itu juga jadi masalahku"
hmmm semalam banyak masukan juga untuk si badut komunitas ini, kebanyakan sih tentang fashion, dan cara bertingkah laku yang kata komunitas "ente jangan kayak hantu atau ninja" mungkin apa karena cara jalannya yak? ampe mereka2 nggak denger suara langkah kakinya.
oke lets we start, tapi semalam ada yang "salah informasi tentang si badut komunitas" nah karena saat itu orang2 udah pada obyektif ke si badut komunitasnya, terhakimilah si badut komunitas dengan pernyataan "salah informasi" dari si nganu gitu. jadi gini percakapan saat forum, mksdnya mungkin mo ngasih masukan tapi jadinya malah penghakiman yang salah informasi, gini nih script percakapannya.
TF : mas nya ini kdng suka ga nyambung, contohnya kasus kemarin waktu kita bicara dengan V, I, I waktu itu masnya lngsung bahas tentang si G
Bdt : eh eh sbntr2 si I kan mmng tanya ke V tentang hubungan dengan si G, and V jawab nguk nguk-ngik ngik, n dan si G ceritanya ke aku ngik ngik-nguk nguk (mksdnya cerita kebalikannya)
TF : " nah berarti si G curhat ma mas?
Bdt : " bukan curhat itu obrolan biasa.
TF : " tapi jgn gitu mas...
Bdt : " (dlm hati si badut, ente ini ada disana tapi kyknya ente yang nggak dengerin deh, atau ente yang mencoba membelokan info tentang ane). dan si badut sengaja diem sambil senyum (males debat)
nah cerita aslinya seperti ini (flash back)
ada si V, I, I, Bdt, Tf
I : "V kau udah nggak ma G lagi kah?"
V : " dia minta ku untuk jadi abang"
Bdt : " eh kata G kmrn waktu ku tanya dirimu V yang pgn jadi abangnya, nah loh yang bener yg mana? (muka nyengir)
V : " 2-2nya bener sih
nah dari percakapan flashback di atas si badut informasinya dibelokan donk sama si Tf, entah si Tf ingin di lihat "WoW" elo udah dewasa ya bisa ngasih saran bagus (pencitraan membaikan diri) atau mksd lain terhadap si badut whatever. JADI TOLONG YA BEDAKAN MANA CURHAT SAMA JAWAB!!!
nah next next :
si badut mempunya kesulitan dalam menyampaikan hal secara lisan (karena mmng suaranya kecil dan lembut dan terlalu cepat lafalnya) di luar hal yang di dalam kurung itu berarti spekulasi relativitas.
sempet terdengar kata. "aku salut dengan si badut, dia mentalnya kuat, di cerca di bully kyk macam gimana dia masih mau du2k bareng kita2 dan cuma senyum malah ikut tertawa bareng kita, klo aku pribadi aku bakalan pergi, karena kadang bullyan dan cercaan itu ada yang nggak benernya tentang kita" itu kata2 yang di lontarkan salah seorang teman komunitas si badut.
sebenarnya bukan masalah kuat2an mental sih, tapi lebih cenderung "AKU MENGHARGAI", nah coba misal si badut tiba pergi kesannya jadi "BADUT NGGAK MENGHARGAI", si badut selalu berfikir positif "tak apalah ku di bully, dengan seperti itu teman2ku bisa tertawa lepas terbahak bahak, just enjoy it" TAPIIIII si badut paling benci kalo... ADA PENGHAKIMAN TERHADAP SI BADUT DARI INFORMASI YANG DI BELOKAN ATAU SALAH TANPA MAU MEMBERIKAN HAK SI BADUT UNTUK MENJELASKAN KEBENARANNYA, DAN JUSTRU MALAH NGAJAK BERDEBAT DENGAN KATA KATA "MAAF MAAF" SI BADUT SANGAT2 NGGAK SUKA, KARENA BERDEBAT BERARTI MENGADU PEMBENARAN SIAPA YANG PALING HEBAT, NAH JELAS ORANG YANG PANDAI BERBICARA DONK YANG MENANG, SI BADUT KAN SUSAH BANGET MENYAMPAIKAN SECARA LISAN.
nah next next
pernah juga sih si badut bertanya tanya dalam benak,
"gimana sih caranya marah?"
ampe dia bingung kenapa ya koq sulit marah ampe biar bisa ngata2in orang dengan info salah tentang si badut, tapi dalam benak si badut,
"ngapain juga ya aku ngata2in orang atau marah2in orang, atau mengargumentasikan orang, toh itu hidup mereka yang mereka jalani, mending ku nanya ke orangnya "kmu kenapa?" daripada ngomong ke orangnya "A kmu tuh orang klo aku liat seperti ini itu nganu ngono ngene, coba deh kmu sprt itu" males deh saya kepo tapi bukan orang yang sok taw"
nah itu sekilas yang ada di dalam benak si badut
si badut yang selalu dicari cari kesalahannya untuk di bully atau bahkan di jadikan study kasus forum sebagai orang aneh, terlambat, terkampungan, pokoknya yang kata bank roma terlalu.
hmmmm
BOLEH MEMBERI MASUKAN, TAPI JANGAN MENGHAKIMI DARI INFORMASI YANG SALAH.
"MANA ADA MALING NGAKU?" jawab "BANYAK MALING TERIAK MALING KOQ"
hmmm semalam banyak masukan juga untuk si badut komunitas ini, kebanyakan sih tentang fashion, dan cara bertingkah laku yang kata komunitas "ente jangan kayak hantu atau ninja" mungkin apa karena cara jalannya yak? ampe mereka2 nggak denger suara langkah kakinya.
oke lets we start, tapi semalam ada yang "salah informasi tentang si badut komunitas" nah karena saat itu orang2 udah pada obyektif ke si badut komunitasnya, terhakimilah si badut komunitas dengan pernyataan "salah informasi" dari si nganu gitu. jadi gini percakapan saat forum, mksdnya mungkin mo ngasih masukan tapi jadinya malah penghakiman yang salah informasi, gini nih script percakapannya.
TF : mas nya ini kdng suka ga nyambung, contohnya kasus kemarin waktu kita bicara dengan V, I, I waktu itu masnya lngsung bahas tentang si G
Bdt : eh eh sbntr2 si I kan mmng tanya ke V tentang hubungan dengan si G, and V jawab nguk nguk-ngik ngik, n dan si G ceritanya ke aku ngik ngik-nguk nguk (mksdnya cerita kebalikannya)
TF : " nah berarti si G curhat ma mas?
Bdt : " bukan curhat itu obrolan biasa.
TF : " tapi jgn gitu mas...
Bdt : " (dlm hati si badut, ente ini ada disana tapi kyknya ente yang nggak dengerin deh, atau ente yang mencoba membelokan info tentang ane). dan si badut sengaja diem sambil senyum (males debat)
nah cerita aslinya seperti ini (flash back)
ada si V, I, I, Bdt, Tf
I : "V kau udah nggak ma G lagi kah?"
V : " dia minta ku untuk jadi abang"
Bdt : " eh kata G kmrn waktu ku tanya dirimu V yang pgn jadi abangnya, nah loh yang bener yg mana? (muka nyengir)
V : " 2-2nya bener sih
nah dari percakapan flashback di atas si badut informasinya dibelokan donk sama si Tf, entah si Tf ingin di lihat "WoW" elo udah dewasa ya bisa ngasih saran bagus (pencitraan membaikan diri) atau mksd lain terhadap si badut whatever. JADI TOLONG YA BEDAKAN MANA CURHAT SAMA JAWAB!!!
nah next next :
si badut mempunya kesulitan dalam menyampaikan hal secara lisan (karena mmng suaranya kecil dan lembut dan terlalu cepat lafalnya) di luar hal yang di dalam kurung itu berarti spekulasi relativitas.
sempet terdengar kata. "aku salut dengan si badut, dia mentalnya kuat, di cerca di bully kyk macam gimana dia masih mau du2k bareng kita2 dan cuma senyum malah ikut tertawa bareng kita, klo aku pribadi aku bakalan pergi, karena kadang bullyan dan cercaan itu ada yang nggak benernya tentang kita" itu kata2 yang di lontarkan salah seorang teman komunitas si badut.
sebenarnya bukan masalah kuat2an mental sih, tapi lebih cenderung "AKU MENGHARGAI", nah coba misal si badut tiba pergi kesannya jadi "BADUT NGGAK MENGHARGAI", si badut selalu berfikir positif "tak apalah ku di bully, dengan seperti itu teman2ku bisa tertawa lepas terbahak bahak, just enjoy it" TAPIIIII si badut paling benci kalo... ADA PENGHAKIMAN TERHADAP SI BADUT DARI INFORMASI YANG DI BELOKAN ATAU SALAH TANPA MAU MEMBERIKAN HAK SI BADUT UNTUK MENJELASKAN KEBENARANNYA, DAN JUSTRU MALAH NGAJAK BERDEBAT DENGAN KATA KATA "MAAF MAAF" SI BADUT SANGAT2 NGGAK SUKA, KARENA BERDEBAT BERARTI MENGADU PEMBENARAN SIAPA YANG PALING HEBAT, NAH JELAS ORANG YANG PANDAI BERBICARA DONK YANG MENANG, SI BADUT KAN SUSAH BANGET MENYAMPAIKAN SECARA LISAN.
nah next next
pernah juga sih si badut bertanya tanya dalam benak,
"gimana sih caranya marah?"
ampe dia bingung kenapa ya koq sulit marah ampe biar bisa ngata2in orang dengan info salah tentang si badut, tapi dalam benak si badut,
"ngapain juga ya aku ngata2in orang atau marah2in orang, atau mengargumentasikan orang, toh itu hidup mereka yang mereka jalani, mending ku nanya ke orangnya "kmu kenapa?" daripada ngomong ke orangnya "A kmu tuh orang klo aku liat seperti ini itu nganu ngono ngene, coba deh kmu sprt itu" males deh saya kepo tapi bukan orang yang sok taw"
nah itu sekilas yang ada di dalam benak si badut
si badut yang selalu dicari cari kesalahannya untuk di bully atau bahkan di jadikan study kasus forum sebagai orang aneh, terlambat, terkampungan, pokoknya yang kata bank roma terlalu.
hmmmm
BOLEH MEMBERI MASUKAN, TAPI JANGAN MENGHAKIMI DARI INFORMASI YANG SALAH.
"MANA ADA MALING NGAKU?" jawab "BANYAK MALING TERIAK MALING KOQ"
Riwayat Badut dalam Komunitas
" Boleh protes dengan cara anehku, tapi hati hati dengan info yang salah tentangku"
istilah badut udah sering kyknya kita dengar ya kawan, sebuah objek boneka gede yang bisa gerak2 (entah dalamnya manusia atau jin) atau orang di dandanin dengan dandanan make up ala amatiran. ya fungsi badut kan buat di ketawain orang, ngehibur lah kalo secara alusnya, di bully secara alus dah. nah itu tadi cerita badut yang ada dufan atau di tempat hiburan lain (Lilo n Luli badan favorit ane di progo, badutnya temen ane ndiri hihi)
nah gimana yach klo badut dalam komunitas, nah dia nggak dandan alan badut ancol, dia nggak dandan dengan gaya make ala super amatiran. badut dalam sebuah komunitas sosial nih yang bisa di bilang orang yang menurut pandangan komunitasnya dia freack alias aneh, dan susah marah kalo di bully alias nggak protes, ada juga yang di bully tapi nggak nyadar dan justru berexpresi dengan tanpa dosa (padahal kondisinya sedang di bully)
ironis apa nggak sih dijadikan badut dalam komunitas sosial kita, klo cuma sekedar jadi bahan tertawaan sih ku rasa its okay masih wajar, nah klo yang jadi bahan bully an ampe di kerjain (preacking) itu yang miris cuy, entah di apain lah secara fisiknya or maybe mentalnya cuma buat komunitas tersebut bisa ngetawai si badut kounitas, ati2 loh ntar klo dianya udah ampe ubun2 nanti ngamuk loh :D
back to badut komunitas tipe oon (atau di anggap manusia paling freack, kampungan, oon, dalam komunitasnya), nah pasti deh pernah ngrasain suasana kyk gini, entah jadi si badutnya atau malah selalu menjadi sang bullyer si badut (tukang kompor biar badut bisa di jadikan lelucon). tipe badut kyk gini nih biasanya sih orang memang susah marah, kalo di bully paling cuma nyengir, sambil ngliatin temen2nya yang tertawa terbahak bahak sambil nyengir, terkadang ada rasa seneng juga sih bisa bermanfaat buat temen2nya, dalam benaknya "aku bisa membuat temen2ku tertawa lepas dengan aku sbg objeknya" tapi ada rasa nyesek juga kalo apa yang sedikit dari aneh si badut komunitas lngsung bakal alamat jadi di "hyperbola"kan sehingga menjadi kesan yang sangat2 freack yang untuk di tertawakan. contoh simplenya nih si badut dateng dengan tanpa suara ke komunitasnya, jika dia di dalam komunitasnya tak di anggap badut mungkin itu adalah hal yang biasa, tapi karena komunitasnya sudah mencap dia sebagai "badut komunitas" yang pantas di bully, maka di buatlah sebuah cerita cerita "hyperbola" tambahan yang dijadikan bahan tertawaan satu komunitas tersebut. si badut komunitas yang cuma diam, mo protes juga nggak enak nyakitin perasaan temen2.
tapi rata2 badut komunitas adalah orang penyabar banget, bisa nahan rasa kesel dan marah, dan kalo sedang marah kadang2 tersiksa, mo curhat ke siapa di kiranya nti curhatannya di anggap keluhan karena keseringan di bully, mo curhat juga takut, takut curhatannya di umbar di komunitas untuk di jadikan bahan jokes atau lelucon ketika ada sebuah forum kumpul2 bersama komunitas. tapi secara pribadi klo lagi kesel sih biasanya sih teriak2 di kamar pake tu2p bantal muka, klo nggak duduk di jendela kamar sambil teriak2 yang kenceng ke arah persawahan yang sepi (loh koq malah curhat, pengalaman nih yeee) hihihi.
ya tapi ya ginilah sekarang jadi badut dalam komunitas yang selalu di jadikan bahan joke ya di jalanin aja deh, nggak ada yang taw kan sisi lain si badut komunitas yang sebenarnya justru lebih cerdas di banding komunitasnya, yang akhirnya banyak diam dan males untuk protes sambil masang muka nyengir senyum innocent hehehe.
istilah badut udah sering kyknya kita dengar ya kawan, sebuah objek boneka gede yang bisa gerak2 (entah dalamnya manusia atau jin) atau orang di dandanin dengan dandanan make up ala amatiran. ya fungsi badut kan buat di ketawain orang, ngehibur lah kalo secara alusnya, di bully secara alus dah. nah itu tadi cerita badut yang ada dufan atau di tempat hiburan lain (Lilo n Luli badan favorit ane di progo, badutnya temen ane ndiri hihi)
nah gimana yach klo badut dalam komunitas, nah dia nggak dandan alan badut ancol, dia nggak dandan dengan gaya make ala super amatiran. badut dalam sebuah komunitas sosial nih yang bisa di bilang orang yang menurut pandangan komunitasnya dia freack alias aneh, dan susah marah kalo di bully alias nggak protes, ada juga yang di bully tapi nggak nyadar dan justru berexpresi dengan tanpa dosa (padahal kondisinya sedang di bully)
ironis apa nggak sih dijadikan badut dalam komunitas sosial kita, klo cuma sekedar jadi bahan tertawaan sih ku rasa its okay masih wajar, nah klo yang jadi bahan bully an ampe di kerjain (preacking) itu yang miris cuy, entah di apain lah secara fisiknya or maybe mentalnya cuma buat komunitas tersebut bisa ngetawai si badut kounitas, ati2 loh ntar klo dianya udah ampe ubun2 nanti ngamuk loh :D
back to badut komunitas tipe oon (atau di anggap manusia paling freack, kampungan, oon, dalam komunitasnya), nah pasti deh pernah ngrasain suasana kyk gini, entah jadi si badutnya atau malah selalu menjadi sang bullyer si badut (tukang kompor biar badut bisa di jadikan lelucon). tipe badut kyk gini nih biasanya sih orang memang susah marah, kalo di bully paling cuma nyengir, sambil ngliatin temen2nya yang tertawa terbahak bahak sambil nyengir, terkadang ada rasa seneng juga sih bisa bermanfaat buat temen2nya, dalam benaknya "aku bisa membuat temen2ku tertawa lepas dengan aku sbg objeknya" tapi ada rasa nyesek juga kalo apa yang sedikit dari aneh si badut komunitas lngsung bakal alamat jadi di "hyperbola"kan sehingga menjadi kesan yang sangat2 freack yang untuk di tertawakan. contoh simplenya nih si badut dateng dengan tanpa suara ke komunitasnya, jika dia di dalam komunitasnya tak di anggap badut mungkin itu adalah hal yang biasa, tapi karena komunitasnya sudah mencap dia sebagai "badut komunitas" yang pantas di bully, maka di buatlah sebuah cerita cerita "hyperbola" tambahan yang dijadikan bahan tertawaan satu komunitas tersebut. si badut komunitas yang cuma diam, mo protes juga nggak enak nyakitin perasaan temen2.
tapi rata2 badut komunitas adalah orang penyabar banget, bisa nahan rasa kesel dan marah, dan kalo sedang marah kadang2 tersiksa, mo curhat ke siapa di kiranya nti curhatannya di anggap keluhan karena keseringan di bully, mo curhat juga takut, takut curhatannya di umbar di komunitas untuk di jadikan bahan jokes atau lelucon ketika ada sebuah forum kumpul2 bersama komunitas. tapi secara pribadi klo lagi kesel sih biasanya sih teriak2 di kamar pake tu2p bantal muka, klo nggak duduk di jendela kamar sambil teriak2 yang kenceng ke arah persawahan yang sepi (loh koq malah curhat, pengalaman nih yeee) hihihi.
ya tapi ya ginilah sekarang jadi badut dalam komunitas yang selalu di jadikan bahan joke ya di jalanin aja deh, nggak ada yang taw kan sisi lain si badut komunitas yang sebenarnya justru lebih cerdas di banding komunitasnya, yang akhirnya banyak diam dan males untuk protes sambil masang muka nyengir senyum innocent hehehe.
Langganan:
Komentar (Atom)